Get Gifs at CodemySpace.com
Tampilkan postingan dengan label ADAT ISTIADAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADAT ISTIADAT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

KEBIASAAN ORANG KOREA

          

           Orang Korea ketika bertemu biasanya membungkukkan badan sebagai bentuk sapaan. Saat seorang yang lebih muda/junior bertemu dengan yang lebih tua/senior harus membungkukkan badan, menyapa dan mendahului sebagai bentuk hormat. Sesama pria saat bertemu biasanya membungkukkan badan dan salaman. Saat salaman biasanya dengan kedua tangan atau dengan tangan kiri. Untuk wanita biasanya tidak bersalaman.
           Di Korea ketika diundang bertamu, anda harus membawa sedikit hadiah. Saat menuangkan minum, botol arak dipegang dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang bagian bawah botol. Orang yang mengajak bersulang harus mengangkat gelasnya lebih rendah dari orang lain, lalu menggunakan bibir gelas untuk bersulang dan pas menyentuh di bagian badan gelas orang yang diajak bersulang.Saat bertamu di rumah orang Korea jangan berjalan keluar dari ruangan dan melihat seisi rumah karena hal ini tidak disukai orang Korea.

      Orang Korea menerima hadiah dengan kedua tangannya namum hadiah tidak dibuka langsung di depan tamu. Di Korea hadiah terbaik untuk seorang pria adalah arak. Jangan menghadiahkan rokok ke orang Korea. Hadiah buat wanita Korea juga tidak boleh berupa arak. Terkecuali jika anda menjelaskan bahwa arak itu adalah buat suaminya.
    Saat duduk bersama dengan orang yang lebih tua, posisi duduk harus tegak. Meja makan orang Korea sangat rendah, oleh karena itu saat duduk harus bersila. Siapapun juga tidak diperbolehkan meluruskan kakinya atau merentangkan kakinya karena dianggap tidak sopan.Sebelum meminta izin, orang Korea tidak diperbolehkan merokok di depan orang yang lebih tua.Memasuki rumah makan atau kediaman orang Korea harus melepaskan alas kaki.

Sabtu, 14 Januari 2012

KEBIASAAN ORANG CHINA

Sejarah minum teh di Tiongkok dapat dilacak 4.000 tahun lebih. Orang Tiongkok mempunyai kebiasaan menyuguhkan teh kepada tamunya.
Kebiasaan minum teh di Tiongkok telah bersejarah lama. Konon kabarnya, sebelum tahun 208 Masehi, kaum cendekia mulai menyuguhkan teh kepada tamunya. Sampai zaman Dinasti Tang ( 618-907 Masehi), kebiasaan minum teh sangat populer di kalangan masyarakat. Kebiasaan itu berkaitan dengan agama Buddha. Sekitar tahun 713 sampai 741 Masehi, biksu dan penganut agama Buddha minun teh ketika duduk bersamadi, agar bersemangat dan tidak ngantuk. Tahun 780 Masehi, pakar teh Dinasti Tang, Lu Yu menyimpulkan pengalaman mengenai menanam, membuat, menyeduh dan minum teh, dan menulis satu buku mengenai teh.
Sekarang setiap hari raya, seperti Tahun Baru atau Festival Musim Semi, sejumlah lembaga negara sering mengadakan jamuan teh.
                    Di Tiongkok, teh telah membentuk satu gejala budaya yang unik. Masyarakat telah menjadikan menyeduh teh dan mencicipi teh sebagai semacam seni.
Kebiasaan minum teh di berbagai tempat berbeda, karena setiap daerah mempunyai kebiasaan minum teh yang tidak sama, maka jenis teh yang diminumnya juga lain. Misalnya, orang Beijing gemar minum teh wangi atau teh melati, orang Shanghai suka teh hijau dan warga di Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara lebih suka minum teh hitam.
Tata cara minum teh di berbagai tempat Tiongkok juga berbeda. Misalnya, di Beijing, ketika tuan rumah menyuguhkan secangkir teh, tamunya harus berdiri dan menerimanya dengan dua tangan, sementara menyatakan terima kasih. Di provinsi-provinsi Guangdong dan Guangxi, Tiongkok selatan, begitu tuan rumah menyuguhkan teh, tamunya segera mengetuk meja tiga kali dengan jari kanan untuk menyatakan terima kasih. Kebiasaan mengetuk meja, konon kabarnya ketika kaisar atau pembesar zaman dahulu ketika melakukan perjalanan dengan menyamar atau secara inkognito, ketika bersama-sama minum teh, bawahannya menggantikan bersujud kepada kaisar dengan mengetuk meja untuk menyatakan terima kasih.